Hafis sang koki


 Saat saya tk saya ingin jadi koki karena mama dan kakak saya pintar memasak dan makanan mereka enak sekali dan saya diajarkan saat masih kecil bahwa kita tidak boleh membuang buang makanan meskipun saat puasa atau lebih tepatnya saat sahur saya tidak menghabiskan makanan dengan lahap dikarenakan makanan itu agak pedas. Saat SD saya pindah dari Surabaya ke malang dan saya makin mengerti mengapa kita harus menghargai makanan layaknya kita menghargai hidup kita, karena saat pulang dari SD saya jalan kaki di pinggir jalan saya melihat org yg kelaparan karena tidak mendapatkan makanan meskipun saya merasa sedih namun apa yg bisa saya perbuat saya hanya melihat nya dan pergi pulang sesampainya dirumah saya menyampaikan tentang hal itu kepada orang tua saya dan jawabannya membuat ku lebih bersyukur karena kita masih hidup dan diberi kenikmatan untuk itulah aku selalu belajar dan belajar agar menjadi lebih baik dari siapa pun. Saat SMP saya bingung mengapa orang orang mencari uang dengan susah payah hanya untuk sesuap nasi dan seteguk minuman namun aku mengerti lagi karena manusia hanya bisa bertahan 3 hari tanpa minuman dan 3 bulan tanpa makanan jika manusia tersebut tidak punya riwayat penyakit, saat aku mengetahui informasi tersebut nafsu makan ku meningkat yg biasanya 2 piring sekarang 5 piring dan skill memasaku bertambah karena dukungan dari ortu dan kakak setelah itu ada tugas dari guru membuat makanan secara berkelompok di situ aku dan teman-temannku memutuskan untuk membuat ayam geprek lengkap dengan tahu tempe sayur nasi minuman dan yg pasti sambal yg enak dan maknyuss meskipun kita tidak tau nilai kita berapa namun hasil jerih payah kita membuahkan hasil yang setara karena guru guru suka dengan makanan kita


Saat saya SMK saya menambah skill memasak saya dengan ide ide gila namun tetap masuk akal seperti nasi goreng campuran (aku lupa campur apa) atau telur bersarang dan itu enak semua. Ya aku menambah wawasan ku di sosial media at least ada yang bisa dipelajari daripada tidak sama sekali meskipun cuma itu itu aja aku buat masakannya namun aku percaya suatu saat akan ada waktu dimana akulah sang koki terhebat antara langit dan bumi antara hidup dan mati sekarang kalian menjadi saksi bahwa akulah koki terhebat di sini 


Saat saya di masa depan saya ingin membuat restoran terunik agar siapa saja boleh masuk mungkin motoku kalian lapar kalian boleh masuk namun aku bingung di saat dunia kacau apakah kelaparan tidak ada artinya atau kelaparan termasuk kekacauan itu sendiri karena aku pernah mendengar tentara Eropa atau Amerika menyerang dan menjarah suatu daerah atau negara lewat kelaparan karena menurut mereka itu adalah kesalahan mereka sendiri bukan kesalahan kami aku agak bingung mengapa ada orang yang tega memanfaatkan kelaparan hanya untuk kekuasaan yang tidak berarti mungkin aku harus menghindari pikiran seperti itu agar kelak saat orang makan di restoran ku bukan status yg mereka bawa pulang bukan juga gengsi ataupun lapar namun aku ingin restoran ku dipenuhi dengan kepuasan akan memenuhi rasa lapar aku ingin semua yang makan tidak akan pernah merasakan lapar lagi dan aku ingin orang orang lebih menghargai apa itu kelaparan dan tidak memanfaatkan nya mungkin aku terlalu bermimpi namun pembangun juga pemimpi agar apa yg dibangun bisa berdiri kokoh


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reza Dan Cita-citanya

Geo dan cita-citanya